Tahukah Anda Apa Itu Income Investing?


Perlu diketahui bahwa investasi bisa saja mampu mengambil alih penghasilan atau gaji Anda tiap tiap bulannya, mari kenali apa itu investasi penghasilan atau income investing.

Investasi penghasilan adalah portofolio investasi yang membawa risiko relatif rendah, namun mampu terus menghasilkan pendapan bulanan apalagi tahunan secara optimal.

Pada awalnya, investasi penghasilan merujuk terhadap portofolio investasi bagi para janda. Dulu, wanita belum membawa kesempatan bekerja layaknya laki-laki sehingga disaat sang suami meninggal, wanita atau janda selanjutnya secara finansial hanya terkait terhadap asuransi jiwa dimiliki sang suami.

Nah, asuransi tersebutlah yang kemudian diinvestasikan sehingga mampu menghasilkan keuntungan tiap tiap bulannya. Kini, konsep investasi penghasilan sudah jauh berkembang jadi strategi yang dirancang oleh seorang investor untuk meraih penghasilan tetap berasal dari portofolio investasi yang sudah mereka miliki.

Dividen dan Income Investing

Dividen bukanlah suatu yang asing di dalam dunia investasi saham. Ya, dividen adalah anggota berasal dari laba atau penghasilan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham tiap tiap tahunnya sehingga secara tidak langsung berkenaan bersama strategi investasi pendapatan.

Bagaimanapun, dividen amat berpeluang jadi sumber pendapan tetap bagi seorang investor. Pasalnya, perusahaan yang pengelolaan keuangannya baik, umumnya bakal secara teratur membagikan dividen tiap tiap tahunnya kepada para pemegang saham.

Nah, satu yang wajib dicermati adalah tidak seluruh perusahaan membagikan dividen sehingga Anda wajib jalankan apa yang disebut bersama screener saham atau pencarian perusahaan yang membayar hasil dividen tertinggi.

Meskipun begitu, seorang investor termasuk wajib detil di dalam jalankan kesimpulan fundamental perusahaan karena di dalam strategi investasi penghasilan tidak tersedia formula tertentu untuk mendapatkan perusahaan yang dinilai “baik”. Ya, tiap tiap investor individu wajib memakai keterampilan interpretatif dan penilaian pribadinya sendiri untuk mengartikan "perusahaan yang baik".

Instrumen Investasi di dalam Income Investing

Ada tiga instrumen investasi yang paling sesuai untuk style atau strategi investasi pendapatan, yaitu saham pembayar dividen, obligasi atau surat utang, dan properti. Mari kami bahas satu per satu tiga instrumen investasi tersebut.

1. Saham pembayar dividen

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa dividen berpeluang jadi sumber penghasilan tetap bagi seorang investor. Nah, untuk itu Anda wajib mempertimbangkan untuk memilih perusahaan yang hanya mendistribusikan 40% sampai 50% laba tahunan untuk diinvestasikan ulang di dalam perusahaan tersebut. Saat ini, perusahaan yang mengalokasikan 4% sampai 6% sebagai dividen sudah diakui sebagai perusahaan yang baik.

2. Obligasi atau surat utang

Instrumen investasi jenis ini bakal memberikan kupon atau keuntungan tiap tiap tahunnya kepada para investor pemegang obligasi atau surat utang. Oleh karena itu, Anda amat bisa saja terima penghasilan secara teratur berasal dari pembayaran kupon tersebut.

Terlebih lagi, di dalam obligasi tersedia kepastian kupon yang didapatkan tiap tiap tahunnya bersama perhitungan keuntungan yang memahami karena sudah diinformasikan di awal penawaran obligasi tersebut.

Namun, Anda tidak diperkenankan untuk belanja obligasi bersama jangka selagi lebih berasal dari lima th. karena bakal tersedia potensi risiko durasi, yaitu fluktuasi obligasi akibat perubahan suku bunga.

3. Properti 

Instrumen investasi properti diakui sebagai instrumen yang paling menguntungkan. Sebab, Anda mampu menyewakan properti yang Anda punyai dan terima penghasilan teratur tiap tiap bulan atau tiap tiap tahunnya.

Apalagi, instrumen properti membawa risiko yang lebih rendah daripada instrumen saham yang amat fluktuatif tiap tiap harinya. Satu pertimbangan di dalam memilih instrumen properti adalah keperluan modal yang lumayan besar untuk belanja properti tersebut, baik tanah, bangunan, kendaraan, maupun properti lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel